Friday, April 3, 2026

Teka teki hilangnya Alfian asal Cibubur

Tags

Sebuah kisah tragis dan penuh teka-teki mengakhiri hidup Alfin Maksalmina Windian (28). Pria asal Cibubur, Jakarta Timur, ini dilaporkan hilang sejak 11 Maret 2026 . Dua pekan kemudian, tepatnya Rabu (25/3) malam, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan terkubur sedalam tiga meter di lahan kosong kawasan Cikeas, Bogor. Yang membuat kasus ini makin mencekam adalah kronologi yang diungkap kerabatnya. Sebelum hilang, Alfin sempat membeli mobil dari seseorang yang disebut-sebut sebagai oknum TNI. Namun, surat-surat kendaraan itu diduga palsu. Alfin yang merasa ditipu pun melaporkan kasus ini ke Polisi Militer. Tiga hari setelah laporan itu, ia menghilang. Menurut penuturan kerabat yang enggan disebut identitasnya, masalah berawal dari keinginan Alfin untuk memiliki kendaraan. Ia membeli sebuah mobil dari seorang yang diduga oknum TNI. Namun setelah transaksi selesai, Alfin curiga karena dokumen kendaraan itu tampak janggal. Ia pun memeriksakan keaslian surat-surat tersebut dan ternyata, palsu. Merasa menjadi korban penipuan, Alfin tak tinggal diam. Ia melaporkan kejadian itu ke Polisi Militer (POM) sekitar awal Maret. Laporan itu diterima, dan proses penanganan pun dimulai. Namun, tiga hari setelah melapor, Alfin tiba-tiba tak bisa dihubungi. Keluarganya panik dan akhirnya melaporkan hilang pada 11 Maret ke Polres Metro Jakarta Timur. Selama 14 hari, keluarga dan aparat terus mencari. Pencarian melibatkan tim Reserse Mobil (Resmob) Polda Metro Jaya. Upaya itu membuahkan hasil pada Rabu (25/3) malam, saat jasad Alfin ditemukan di lokasi sebuah lubang sedalam tiga meter di kawasan Cikeas, Bogor. Kondisinya sangat mengenaskan. "Kejadiannya sejak tanggal 11 Maret 2026, almarhum menghilang. Ditemukannya itu baru tadi malam, Rabu (25/3), dari informasi pihak kepolisian. Tapi kondisinya sangat mengenaskan," kata Anna, teman Alfin. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi dan identifikasi lebih lanjut. Kasus ini mendapat perhatian serius. Penanganan perkara kini sepenuhnya diambil alih oleh Resmob Polda Metro Jaya. Sementara itu, laporan hilang di Polres Metro Jakarta Timur telah dicabut oleh keluarga