Presiden Prabowo Subianto menargetkan nilai tukar dolar AS dapat ditekan menjadi Rp 5.000 per dolar dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun ke depan.
Target tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi nasional melalui hilirisasi sektor pertanian dan pertambangan.
Pemerintah menyiapkan strategi hilirisasi enam komoditas pertanian strategis yakni sawit, cengkeh, kelapa, kakao, kopi, dan lada.
Komoditas tersebut dipilih karena memiliki potensi besar dalam produksi dan ekspor dengan target nilai ekspor mencapai Rp 600 triliun serta nilai tambah hingga 20 kali lipat atau sekitar Rp 12 ribu triliun, yang diyakini dapat memperkuat posisi rupiah terhadap dolar AS.
“Bapak Presiden perintahkan kepada kami untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu secepat-cepatnya, sesingkat-singkatnya,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman menanggapi arahan Presiden terkait peningkatan produktivitas pertanian melalui program hilirisasi.
Selain sektor pertanian, pemerintah juga mendorong hilirisasi pertambangan dan peningkatan penggunaan biodiesel berbasis sawit dari 35 persen menjadi hingga 60 persen untuk mengurangi ketergantungan impor energi yang selama ini menguras devisa negara hingga Rp 500 triliun per tahun.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat perekonomian domestik sekaligus mewujudkan nilai tukar rupiah yang lebih stabil terhadap dolar AS.
